Maxima

Logo MAXIMA Group-01
0811 9009 0901

WhatsApp Number

Powered by Langgeng Perkasa Group

South Jakarta

Our Office

Logo MAXIMA Group-01

Main menu

0811 9009 0901

WhatsApp Number

Tips Menghadapi Resesi

Dikabarkan pada tahun 2023 kita akan dihadapkan dengan ancaman resesi ekonomi, hal ini membuat masyarakat menjadi geger, karena resesi ini berkaitan dengan hal yang mengerikan seperti penurunan saham perusahaan, pemberhentian kerja masal, dan lainnya.

Apa sih resesi itu? Resesi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara sedang memburuk terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) negatif, meningkatnya pengangguran, hingga pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Ancaman resesi pada tahun 2023 terjadi karena konflik antara Rusia dan Ukraine dan munculnya pandemi sejak beberapa tahun belakangan yang dialami secara global berdampak pada ekonomi di seluruh dunia. Kedua hal inilah yang diduga menyebabkan terjadinya resesi. Apa yang dilakukan untuk tetap bertahan dan berkembang secara finansial selama resesi?

Tips Menghadapi Resesi

Saat ini perekonomian dunia mengalami kesulitan sehingga isu terkait ancaman resesi ditahun 2023 bermunculan. Sebagai masyarakat yang cerdas dan siap siaga, Anda bisa melakukan sejumlah persiapan untuk mengatasi ancaman resesi tahun depan, berikut adalah tips menghadapi resesi

1. Menambahkan Tabungan Darurat

Dalam menghadapi resesi, sangat penting untuk memiliki tabungan darurat. Dengan memiliki lebih banyak uang simpanan, maka resiko stress akan berkurang. Sebagai awal, Anda dapat mulai untuk menghemat pengeluaran 3 hingga 12 bulan kedepan. Karena resesi terjadi secara mendadak atau diluar dugaan, maka tabungan menjadi hal yang penting sebagai dana darurat.

Dana tabungan tersebut juga dapat membantu Anda untuk membuka usaha atau mencari pekerjaan baru. Meskipun mencari pekerjaan ditengah ancaman resesi akan lebih sulit.

2. Membuat Daftar Anggaran Pengeluaran

Pelajari cara membuat anggaran pengeluaran keseharian. Hal ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya pengeluaran dan sisa uang yang harus di simpan. Uang yang tersisa adalah uang yang dapat digunakan untuk hal yang benar-benar penting seperti menabung dan berinvestasi.

3. Memisahkan Dana Tabungan

Seperti hal nya pepatah, jangan menaruh telur dalam keranjang. Ungkapan tersebut dapat di terapkan pada dana tabungan untuk menghadapi resesi. Pisahkan tempat penyimpanan antara uang untuk keperluan sehari-hari dan uang yang untuk disimpan.

Selain itu, jangan menggunakan uang untuk hal yang tidak diperlukan. Pastikan dana digunakan untuk keperluan makanan, membayar cicilan ruma dan biaya transportasi. Membangun dana darurat adalah salah satu langkah terpenting untuk mempersiapkan menghadapi resesi.

4. Diversifikasikan Investasi

Sangat penting memiliki investasi yang terdiversifikasi dengan baik. Artinya, usahakan tidak terikat dengan satu saham atau satu properti dalam berinvestasi. Pastikan Anda berinvestasi di beberapa bidang industri dan area, jadi apabila suat saat terdapat salah satu industri area saham mengalami penurunan, Anda masih memiliki pegangan di industri lainnya.

Sebagai contoh, Anda dapat berinvestasi ke berbagai bidang sektor pasar saham konsumsi, jasa, kesehatan, perawatan, teknologi, dan lainnya.

5. Melunasi Hutang

Hal terpenting yang harus dilakukan menghadapi resesi adalah melunasi hutang-hutang sebelum kondisi ekonomi yang memburuk. Ada baiknya untuk fokus segera melunasi hutang yang memiliki bunga yang tinggi. Disarankan untuk tidak berinvestasi terlebih dahulu sebelum melunasi hutang dengan tanggungan bunga yang tinggi.

6. Pertahankan Jenis Pekerjaan yang Tetap Dibutuhkan Saat Resesi

Pertimbangkan pekerjaan yang tetap eksis meskipun dalam kondisi resesi. Seperti, petugas kesehatan, jurnalis, guru, dan apoteker adalah jenis pekerjaan yang tetap dalam berjalan meskipun resesi.

7. Mencari Pekerjaan Sampingan

Mempersiapkan sumber pendapatan pasif juga merupakan ide yang bagus. Dengan adanya pekerjaan sampingan maka dapat membantu Anda untuk tambah mengumpulkan dana darurat lebih banyak. Bahkan, berdasarkan studi mengatakan bahwa para jutawan rata-rata memiliki 7 sumber pendapatan.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan banyak aliran pendapatan dan dapat menjadi penopang jika anda kehilangan sumber pendapatan utama.
Itulah seputar tips yang harus dilakukan saat menghadapi resesi. Resesi adalah bagian dari siklus bisnis atau ekonomi, bagaimana pun kita harus melewatinya dan melakukan perbaikan secepat mungkin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Diskusi dengan kami
Diskusi langsung dengan kami via Chat Whatsapp