Maxima

Logo MAXIMA Group-01
0811 9009 0901

WhatsApp Number

Powered by Langgeng Perkasa Group

South Jakarta

Our Office

Logo MAXIMA Group-01

Main menu

0811 9009 0901

WhatsApp Number

maximagroup.co.id-inspeksi-k3-dan-audit-k3

Perbedaan Inspeksi K3 & Audit K3

Ada berbagai cara yang digunakan untuk menilai tempat kerja dan mengukur  seberapa efektif prosedur K3 yang diterapkan saat ini. Ada dua metode yang membahas berbagai aspek manajemen K3 di tempat kerja adalah inspeksi K3. Meski digunakan secara bergantian, namun keduanya merupakan proses yang berbeda yang dirancang untuk menangani dua aspek yang berbeda dari manajemen K3 ditempat kerja.

Inspeksi K3

Inspeksi K3 adalah pemeriksaan sistematis dan menyeluruh terhadap kondisi fisik di tempat kerja, untuk mendokumentasikan bahaya atau praktik tidak aman di tempat kerja. Inspeksi K3 merupakan pengujian secara detail pada suatu objek seperti departemen, atau bagian, unit, mesin, instalasi ataupun proses.

Inspeksi K3 biasanya dilakukan oleh personil keselamatan bersertifikat. Artinya, dapat dilakukan secara internal oleh tim K3 yang ada di perusahaan Anda atau personel yang berkompeten dan familiar dengan operasi kerja. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa setiap potensi bahaya di identifikasi secara tepat dan untuk mengetahui prioritas tindakan yang diambil.

Audit K3

Audit K3 pada prinsipnya sama, akan tetapi fokusnya sedikit berbeda. Audit K3 lebih ditekankan sebagai upaya untuk mengukur efektivitas dari suatu sistem. Sedangkan inspeksi mengupayakan untuk menemukan kesesuaian dari suatu objek berdasarkan standar tertentu.


Audit difokuskan terhadap upaya untuk mengukur efektivitas keseluruhan sistem K3 yang ada di perusahaan, Audit memiliki dua tujuan, diantaranya:

 

  •  Untuk menentukan apakah perusahaan mematuhi peraturan K3 yang berlaku.
  •  Untuk mengidentifikasi kelemahan dalam program K3.

Audit  difokuskan digunakan untuk mengidentifikasi bahaya atau praktik tidak aman; sebagai gantinya, audit mengumpulkan informasi tentang program K3 yang sudah ada dan mengidentifikasi area untuk dilaksanakan perbaikan.


Audit K3 biasanya dilakukan oleh seseorang dari luar perusahaan yang paham tentang standar K3 yang berlaku (misalnya lembaga audit atau profesional K3). Orang ini yang akan meninjau catatan laporan insiden, mengamati operasi kerja, dan mewawancarai pekerja, baik selama beberapa jam atau beberapa hari, kemudian memberikan hasil analisa mereka.


Berdasarkan hasil audit K3, perusahaan harus melakukan perbaikan. Selain memastikan bahwa perusahaan mematuhinya, Audit K3 juga dapat meperbaiki kelalaian yang pada akhirnya  dapat menyebabkan insiden ditempat kerja.

Perbedaan Antara Inspeksi K3 dan Audit K3

maximagroup.co.id-perbedaan-inspeksi-k3-dan-audit-k3
Meskipun inspeksi K3 dan audit K3 di laksanakan untuk memastikan bahwa operasi kerja dilakukan seaman mungkin, keduanya bukanlah hal yang sama. Memahami perbedaannya dapat membantu menyediakan sistem manajemen K3 yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Audit K3 adalah hal yang penting untuk mengungkap kelemahan dan banyak perusahaan yang melakukan audit sebagai langkah awal untuk membuat rencana K3 yang baru dan lebih baik.Pada dasarnya, inspeksi K3 berfokus pada mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya, sementara  audit K3 berfokus pada sistem manajemen K3 secara keseluruhan.

Meskipun berbeda, kedua metode ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keselamatan ditempat kerja dan meminimalisir terjadinya cedera hingga kematian akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara menyeluruh, khususnya untuk mengendalikan segala resiko saat proses produksi atau operasional di tempat kerja. Peraturan Pemerintah ini diterbitkan untuk meningkatkan efektivitas perlindungan bagi tenaga kerja melalui SMK3 yang lebih terencana, terstruktur, terukur, dan terintegrasi.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan antara Inspeksi K3 dan Audit K3, untuk menentukan mana yang perlu dilakukan ditempat kerja Anda, diskusikan kepada rekan kerja Anda apa yang perlu di fokuskan? Apakah Anda perlu mengevaluasi bahaya yang ada dan apa tindakan pengendaliannya? Atau, apakah  perlu mengevaluasi sistem yang sudah Anda terapkan untuk mengurangi kecelakaan kerja? Keduanya sangat penting bagi perusahaan Anda, terutama dalam membangun budaya kesehatan dan keselamatan yang kuat di tempat kerja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Diskusi dengan kami
Diskusi langsung dengan kami via Chat Whatsapp